Wajib Tahu! 4 Jenis Parenting Style dan Dampaknya Bagi Perkembangan Anak

Jenis parenting style – Berdasarkan penelitian psikologi perkembangan anak. Terdapat 4 jenis gaya parenting yang biasanya sangat berdampak bagi perkembangan anak baik fisik dan mental. Bahkan juga bisa mempengaruhi bagaimana kepribadian seorang anak.

Dari judul penelitian Parenting Style and Parent-Adolescent Relationships. The Mediating Roles of Behavior Autonomy and Parental Authority membagi pola asuh menjadi empat.

Kira-kira apa saja jenisnya dan bagaimana dampaknya bagi perkembangan buah hati Womanesia. Yuk simak ulasannya!

Kamu Mungkin Tertarik : Jangan Patah Semangat, 7 Tips Single Mom Membesarkan Anak Laki-lakinya

Mengenali 4 Jenis Parenting Style

Menjadi orang tua merupakan hal yang sangat menyenangkan. Akan tetapi perannya tidak mudah.

Banyak hal yang harus kita pelajari jika ingin proses pengasuhan ke depan tidak berdampak negatif kepada anak.

Sebenarnya, memahami ilmu parenting tidak harus setelah menikah atau sudah memiliki anak. Womanesia yang masih Single ataupun belum menikah, justru sebaiknya mengenali lebih dini pola pengasuhan guna menghindari salah pengasuhan.

1. Authoritarian Parenting

macam macam parenting style
Sumber foto: pinterest.com

Secara umum ciri khas pola asuh Authoritarian Parenting ada tiga:

  • Mengawasi anak tanpa mendengarkan keluhannya
  • Orang tua membuat aturan sendiri yang wajib ditaati anak
  • Orang tua tidak memperdulikan bagaimana perasaan buah hati

Pendekatan gaya pola asuh Authoritarian ini hanya menginginkan kepatuhan anak. Dan menolak adanya negosiasi dari anak. Selain itu anak-anak juga tidak mendapatkan izin apabila ingin mencoba tantangan baru.

Dan jika seorang anak melakukan kesalahan, orang tua akan memberikan hukuman. Dan menuntut anak meminta maaf jika melakukan kesalahan daripada mengambil hikmah dari kesalahan.

Dampak pola asuh Authoritarian Parenting

macam macam parenting style

Anak-anak yang diasuh dengan gaya Authoritarian Parenting ini cenderung menjadi anak yang lebih patuh terhadap aturan. Namun, sayangnya kepatuhan tersebut tidak datang dari hati nurani diri sendiri. Dan mereka cenderung menginginkan imbalan dari kepatuhannya.

Selain itu, mereka juga tumbuh menjadi pribadi yang mudah tersinggung jika pendapatnya tidak dihargai. Sifatnya lebih agresif dan mudah memiliki musuh.

Mereka juga menyimpan kemarahan terhadap orang tua ketimbang fokus terhadap masa depan. Hal ini disebabkan pola asuh orang tua yang sangat ketat. Sehingga mereka cenderung berbohong untuk menghindari hukuman.

2. Authoritative Parenting

Parenting style authorative
Sumber foto:freepik.com

Secara umum ciri khas pola asuh Authoritative Parenting ada tiga:

  • Orang tua berusaha membangun dan mempertahankan hubungan yang positif dengan anak.
  • Orang tua menjelaskan kepada anak mengapa aturan tersebut harus dipatuhi.
  • Orang tua menegakkan aturan dan memberikan hukuman kepada sang buah hati namun tetap mendengarkan dan melibatkan bagaimana perasaan anak.

Pendekatan gaya pola asuh Authoritative parenting ini orang tua membuat aturan kepada anak sekaligus memberikan hukuman tapi tetap mendengarkan perasaan anak.

Pasalnya aturan tersebut dibuat untuk menghindari perilaku buruk anak di masa depan. Tidak hanya berupa hukuman orang tua juga memberikan pujian dan hadiah apabila anak berlaku baik.

Dampak pola asuh Authoritative Parenting

Jenis-jenis gaya parenting

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh Authoritative Parenting ini cenderung menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dewasa. Dan bisa dengan mudah menyampaikan pendapatnya tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

Sehingga jika sudah dewasa mereka cenderung menjadi seorang yang bahagia dan sukses. Dan paling penting mereka tumbuh menjadi pribadi yang bisa memutuskan dan menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Kamu Mungkin Tertarik: 10 Pekerjaan Sampingan Ibu Rumah Tangga Terkini

3. Permissive Parenting

Permissive parenting
Sumber foto: wowparenting.com

Ciri khas pola asuh Permissive Parenting ada 3:

  • Orang tua membuat aturan namun jarang menegakannya
  • Orang tua jarang memberikan hukuman
  • Orang tua berpikir sang buah hati akan lebih nyaman tidak mengganggu belajarnya

Pendekatan gaya pola asuh Permissive Parenting ini orang tua cenderung bersifat lunak terhadap anak. Mereka hanya akan ikut campur jika terdapat masalah berat yang tidak dapat diselesaikan anak.

Selain itu orang tua juga lebih pemaaf. Gaya pola asuh ini orang tua lebih berperan sebagai teman dan menginginkan anak lebih terbuka tanpa harus terlalu ikut campur.

Dampak pola asuh Permissive Parenting

Anak yang diasuh dengan pola asuh Permissive Parenting biasa nya seorang pejuang akademis. Namun, sayangnya mereka cenderung bermasalah dengan aturan.

Mereka juga tumbuh menjadi pribadi lebih bersedih dan tidak peduli dengan harga diri. Selain itu mereka juga cenderung memiliki masalah terkait obesitas dan lainnya. Pasalnya orang tua kurang bisa tegas untuk melarang anaknya.

4. Uninvolved Parenting

Pola asuh uninvolved parenting

Sementara ciri khas Uninvolved Parenting ada 3:

  • Orang tua jarang mau bertanya tentang keadaan sekolah atau pekerjaan anak
  • Orang tua tidak terlalu peduli dengan siapa anak bergaul dan sedang ada dimana
  • Orang tua sibuk dan tidak punya terlalu banyak waktu untuk menemani sang buah hati

Pendekatan gaya pola asuh Uninvolved Parenting ini orang tua cenderung cuek terhadap anak dan hanya mengetahui sedikit informasi tentang kehidupan sang anak. Sehingga anak-anak hanya jarang menerima pengasuhan, bimbingan, perhatian, hingga pengawasan dari orang tua.

Biasanya orang tua seperti ini mengingin anaknya bisa tumbuh dengan sendirinya. Atau mungkin tanpa sengaja karena orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau karena kendala sakit.

Dampak pola asuh gaya Uninvolved Parenting

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh Uninvolved Parenting ini cenderung tumbuh dengan masalah harga diri. Mereka juga tumbuh menjadi pribadi yang senang mencari perhatian dan berperilaku buruk di sekolah. Selain itu anak-anak ini juga tumbuh menjadi pribadi yang kurang bahagia.

Kesimpulan

Nah, itulah 4 jenis pola asuh dan dampaknya bagi perkembangan anak. Mulai dari kepribadian Authoritarian Parenting, Authoritative Parenting, Permissive Parenting, hingga Uninvolved Parenting.

Dan bisa disimpulkan dari 4 jenis pola asuh tersebut yang paling baik dampaknya terhadap pribadi anak adalah Authoritative Parenting. Sehingga pola asuh ini bisa Womanesia terapkan dalam mendidik buah hati.