Ciri-ciri pubertas anak laki-laki

Ciri-Ciri Pubertas Anak Laki-Laki, Ibu Wajib Tahu!

Ciri-ciri pubertas anak laki-laki– Hi, Womanesia, salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Ini juga terjadi pada anak. Dari bayi, memasuki fase balita, lalu anak-anak, tidak lama kemudian beranjak remaja, dan menjadi manusia dewasa. Setiap tahapan tentu ada ciri dan tantangan yang dihadapi.

Tugas orang tua adalah membersamainya dengan cinta kasih agar anak mendapat informasi yang tepat, serta tidak bingung dan salah jalan.

Satu fase unik yang akan dilewati adalah dari anak-anak beranjak remaja. Fase ini disebut juga pubertas. Difase ini terjadi growth spurth atau puncak pertumbuhan. Pada anak laki-laki, pubertas dimulai ketika anak menginjak usia 8 – 10 tahun dan akan terhenti diusia 15 – 16 tahun.

Yang perlu menjadi catatan orang tua, ketika di usia 12 tahun anak belum mengalami pubertas, maka anak dianggap mengalami keterlambatan. Tentu saja perlu konsultasi dan penanganan pihak medis.

Baca Juga: Jangan Patah Semangat, Berikut 7 Tips Single Mom Membesarkan anak Laki-laki

8 Ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki yang Perlu Diketahui

Womanesia, jangan sampai anak merasa bingung saat sudah mengalami pubertas. Sebagai orang tua, mengenalkan istilah apa itu pubertas sekaligus ciri-cirinya sejak dini bukan hal tabu. Ibu atau ayah bisa menjalin komunikasi terkait perubahan tersebut dengan bahasa anak yang tepat.

Ciri-ciri pubertas anak laki-laki

Sehingga ketika anak mengalami beberapa perubahan yang tidak biasa, mereka tidak merasa cemas dan takut. Mereka sudah sadar dan menerima perubahan tersebut sewajarnya.

Berikut 8 ciri pubertas pada anak laki-laki yang perlu diketahui untuk mengantisipasi keterlambatan pubertas atau lebih awal.

1. Bentuk tubuh yang berubah dan tinggi badan yang bertambah secara pesat

Ciri pubertas anak laki-laki yang paling terlihat adalah perubahan bentuk tubuh dan penambahan tinggi badan. Biasanya ditandai dengan perubahan pada lengan dan bahu karena otot yang berkembang, serta tinggi badan yang hampir menyamai bahkan melebihi tinggi orang dewasa. Faktor yang memengaruhi tinggi badan anak, yaitu genetik dan asupan gizi dan nutrisi.

2. Perubahan Suara

Pita suara dan kotak suara, serta laring akan bertambah massanya, sehingga menyebabkan suara anak laki-laki berubah seolah-olah lebih berat. Perubahan ini akan terjadi hingga anak dewasa. Selain itu, akan tumbuh jakun pada leher yang menandakan bukan anak-anak lagi.

3. Tumbuh rambut pada organ intim dan ketiak

Di sini dibutuhkan peran ayah atau laki-laki dewasa, serta ibu untuk menjelaskan pada anak ketika anak memasuki masa pubertas akan tumbuh rambut pada organ intim dan ketiak, serta pertumbuhan testis dan skrotum.

Di zaman sekarang, pendidikan tentang alat reproduksi bukan sesuatu hal yang tabu, tapi menjadi edukasi untuk menghindari hal negatif. Anak juga perlu tahu jika nantinya akan mengalami ereksi pada saat-saat tertentu.

Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Jenis Parenting Style dan Dampaknya bagi Anak

4. Mimpi basah

Yuk, menjadi teman cerita yang menyenangkan bagi anak. Jadi, ketika anak mengalami hal yang bersifat pribadi, anak tidak malu mengungkapkannya, termasuk saat mengalami mimpi basah. Anak yang mengalami pubertas mengalami ereksi yang tanpa disengaja sehingga menyebabkan mimpi basah saat tidur.

5. Muncul kumis dan janggut

Pada sebagian anak laki-laki akan muncul kumis dan janggut, serta jambang. Ajari anak untuk belajar bercukur dan merapikan bagian wajah yang ditumbuhi rambut agar terlihat rapi dan bersih.

6. Jerawat

Saat pubertas terjadi perubahan hormon yang menyebabkan timbulnya jerawat dan komedo. Wajah yang dulunya bersih jika tidak dirawat akan ditumbuhi jerawat atau komedo yang mengganggu penampilan dan memengaruhi rasa percaya diri.

Jerawat juga disebabkan produksi kelenjar keringat yang berlebih. Jika tidak diatasi dengan baik, juga dapat mengakibatkan bau badan.

7. Perubahan bentuk dada

Meski tidak mencolok, anak laki-laki juga akan mengalami perubahan pada bagian dada. Jaringan payudara akan lebih menonjol karena pengaruh hormon estrogen. Perubahannya tentu tidak seekstrim pada anak perempuan.

8. Emosi, perilaku, dan suasana hati

Tidak hanya fisik, anak pun akan mengalami gejolak emosi, perilaku, serta suasana hati yang berubah-ubah. Bekali anak agar memiliki emosi yang stabil dan tidak emosional, serta bersikap lebih tenang dalam menghadapi masalah.

Ingat, mood swing tidak hanya dialami anak perempuan saja. Hal ini dikarenakan perubahan hormon dan perubahan fisik.

Baca Juga: 10 Pekerjaan Sampingan Ibu Rumah Tangga Terkini

Parents, Persiapkan Anak Menghadapi Pubertas

Perlu penekanan yang tegas jika orang tua atau orang-orang di sekeliling berperan dalam perkembangan pubertas anak. Tidak hanya memberi tahu secara teori tapi juga memberi pemahaman bahwa perubahan yang terjadi pada diri anak adalah sesuatu hal yang wajar dan tidak perlu ditakutkan.

Jangan lupa untuk membimbing anak mengenai do and don’t, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh. Pubertas membuat anak ingin bereksperimen dan berkeinginan melakukan apa yang belum pernah dilakukan. Namun, tidak semuanya baik dan berdampak positif untuk masa depan.

Hal penting lain, bangun rasa percaya diri dan buat anak nyaman dengan apa yang terjadi.

Selamat mencoba, Womanesia! Menjadi orang tua adalah belajar seumur hidup.