Begini Tanda-tanda Tipe Ayah ‘Toxic’ yang Berdampak Buruk pada Psikologi Anak

Hi, Womanesia

Sudah tahu belum, jika dalam parenting itu, ada lho tipe Ayah toxic yang memberikan dampak negatif pada psikologi anak?

Ayah merupakan sosok yang sangat penting dalam kehidupan anak, sebab ayah adalah role model dan pemimpin dalam keluarga.

Anak membutuhkan sosok Ayah secara psikologi dan kedekatan fisik. Dampaknya sangat besar untuk menentukan kehidupan anak di masa depan.

Sayangnya masih banyak Ayah yang tidak memahami perannya dalam keluarga sehingga memberi dampak buruk atau kerap disebut ‘Tipe Ayah Toxic’ terhadap pertumbuhan anak.

Mulai dari pola asuh yang kurang tepat, perilaku yang buruk, hingga sikap acuh tak acuh pada tumbuh kembang anak.

Baca juga: Ciri-ciri Pubertas Anak Laki-Laki. Orang tua Wajib Tahu!

4 Tipe Ayah Toxic Berdampak Buruk Pada Psikologi Anak

Tipe ayah ‘toxic‘ yang memberikan dampak negatif pada psikologi anak, tanpa sadar masih sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apa sajakah tipenya?Womanesia akan mengulasnya, ya!

1. Tipe Ayah Toxic tanpa Sadar Selalu Mengungkit Kesalahan

Tipe Ayah toxic

Terkadang anak melakukan sesuatu yang membuat orang tua senang atau bangga, namun sering kali mereka melakukan kesalahan.

Ada orang tua yang mau menerima kesalahan anaknya dan memberi pemahaman agar mereka tidak mengulangi lagi namun banyak pula orang tua yang tidak mau menerima kesalahan anak bahkan terus-menerus mengungkit kesalahan tersebut.

Ayah yang gampang mengungkit kesalahan yang pernah dilakukan anak akan membuat anak merasa rendah diri, merasa tidak dicintai dan disayangi oleh orang tua.

Walaupun mereka telah menunjukkan penyesalan dan berjanji tidak akan mengulangi namun ketika masalah kembali diungkit anak akan merasa lebih bersalah sehingga dirinya enggan mencoba hal baru, frustasi, dan stres.

Hal ini perlahan menimbulkan rasa benci kepada sang ayah dan memberi dampak buruk pada anak.

2. Berperilaku Kasar Menjadi Tanda Ayah Toxic Parenting

Tanda Ayah Toxic Parenting

Masih banyak ditemukan Ayah dengan perilaku kasar yang sering meluapkan kemarahan kepada orang lain seperti ibu atau anggota keluarga di depan anak.

Padahal sebagai kepala keluarga Ayah merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.

Apabila seorang ayah sering memarahi atau membentak serta berperilaku kasar maka akan berpengaruh pada perkembangan psikolog anak.

Ayah yang sering berperilaku kasar akan memberi dampak negatif, seperti anak akan berbohong karena ada perasaan takut dalam dirinya, hubungan antara anak dan ayah akan renggang.

Parahnya, anak akan lebih percaya kepada orang lain ketimbang dengan orang tuanya sendiri, anak juga menjadi sosok yang tidak percaya diri dan tidak mau mengeluarkan pendapatnya di hadapan ayah atau keluarga.

Tanpa disadari Ayah ‘Toxic’ pun akan membentuk karakter anak yang selalu dipenuhi rasa takut dan kurang berpendirian sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain.

Lambat lain seiring waktu, dampak dari sikap ayah yang kurang tepat akan menjadikan anak memiliki rasa dendam dalam hatinya dan tidak mampu mengontrol emosi sehingga dapat melakukan perilaku kasar yang sama pada orang lain atau saudaranya.

Baca juga: Jangan Patah Semangat! Berikut Cara Single Mom Mendidik Anak Laki-lakinya

3. Tidak Dekat dengan Anak Menjadikan Ayah sebagai Orang Tua Toxic

Tanda-tanda ayah toxic parenting
Ayah harus memiliki sikap tegas dan berwibawa, agar keluarga menjadi lebih disiolin dan tertata.

Namun banyak Ayah yang segan menunjukkan rasa sayang kepada anak karena memiliki persepsi bahwa ayah adalah sosok yang tegas dan berwibawa.

Padahal anak-anak juga ingin disayang dan dekat dengan sosok. Ada pula orang tua ayah yang yang acuh tak acuh dalam berinteraksi dengan anak sehingga keberadaannya tidak dirasakan oleh anak.

Orang tua seperti ini akan membuat anak kehilangan sosok ayah dan mengisi kekosongan tersebut dengan lebih dekat pada orang lain di luar keluarga seperti teman.

Ayah yang lepas tangan dalam mendisiplinkan keluarga akan membuat anak suka melawan dan susah diatur, sehingga anak sulit untuk menyelesaikan masalah dirinya sendiri hingga dewasa.

4. Jenis Ayah Toxic Saat Bersikap Buruk ke Istri

Ayah toxic parenting
Ketika ayah dan ibu berkelahi biasanya pertengkaran atau perkelahian diperlihatkan di depan anak.

Padahal berkelahi di depan anak bukanlah hal yang baik karena menimbulkan dampak buruk bagi psikologinya.

Terutama bila Ayah kasar atau melakukan kekerasan fisik pada ibu. Anak akan merasa tidak nyaman dan takut ketika melihat orang tuanya berkelahi.

Bila anak melihat ayah melakukan kekerasan fisik pada ibu maka anak akan trauma dan memberi dampak buruk pada pemahamannya.

Anak laki-laki akan beranggapan bahwa cara laki-laki memperlakukan perempuan ialah dengan bersikap buruk. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak menghargai perempuan dan menganggap rendah perempuan sebagai pihak yang lemah.

Sedangkan anak perempuan akan tumbuh sebagai pribadi yang pesimis dan sulit bersosialisasi dengan orang lain serta takut berhubungan dengan laki-laki di masa depan karena takut akan mengalami kekerasan yang sama seperti ibunya.

Womanesia, tugas Ayah tidak hanya bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga namun juga penentu dari karakter anak sejak awal kehidupannya hingga anak tumbuh dewasa.

Sebagai ayah harus berperan aktif dalam tumbuh kembang anak dan dan tidak menjadi sosok yang malah merugikan anak.

Semangat berbenah, ya, Ayah!