Waspadai! 7 Bocor Halus dalam Keuangan yang Bikin Financial Kamu Berantakan!

Bocor Halus dalam Keuangan Bikin Financial Planner Berantakan – Hi, Womanesia, tanpa disadari bukan pengeluaran bulanan seperti tagihan listrik, membayar sewa atau kredit yang membuat pengeluaran keuanganmu berantakan, namun bocor halus berupa pengeluaran-pengeluaran sepele yang tidak disadari.

Apa saja bocor halus yang bikin keuangan kamu berantakan? Berikut ulasan dari Womanesia.

Inilah 7 Bocor Halus dalam Keuangan yang Harus Kamu Waspadai

Mengutip pengertian Bocor Halus dari finansialku.com adalah keadaan di mana pengeluaran-pengeluaran yang dianggap sepele karena kecil, namun karena masuk kategori sering, ternyata mampu menguras pendapatan jauh lebih besar dari pengeluaran rutin, sehingga cashflow menjadi defisit.

Apa saja bocor Halus keuangan yang dimaksud di sini? Simak, yuk!

1. Nongkrong harus di kedai kopi

Bocor Halus keuangan

Nongkrong di warung kopi merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang.

Namun pengeluaran setiap kali nongkrong dan memesan kopi atau minuman, tanpa disadari membuat pengeluaran jadi besar.

Bila dalam sebulan kamu nongkrong 3-4 kali seminggu dan memesan minuman seharga Rp15.000, maka dalam sebulan kamu telah mengeluarkan uang sebanyak Rp180.000 – Rp240.000 perbulan untuk segelas minuman.

Nah, biaya ini belum termasuk tambahan cemilan atau mentraktir teman, loh.

Baca juga: Kakeibo, Tips Kelola Keuangan Ala Orang Jepang

2. Makan di luar

Seringkali orang bosan dengan makanan yang ada di rumah sehingga mengeluarkan biaya untuk makan di luar.

Bila tidak dialokasikan dengan benar akan mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar makanan.

Biaya makan bisa bengkak dan tidak disadari saat kebiasaan berkumpul dan makan di tempat dengan keluarga di akhir pekan, merayakan ulang tahun teman, mencoba promo warung atau restoran yang baru buka, atau menambah cemilan sambil menunggu makanan utama datang.

3. Ongkir online shop atau pesan antar

Sekarang segala kebutuhan dapat terpenuhi walaupun kamu di rumah saja, dengan menggunakan jasa kurir atau berbelanja melalui online shop.

Walaupun banyak platform yang memberi promo gratis ongkir namun tidak selamanya dapat dimanfaatkan. Begitu juga dengan biaya pesan antar atau jasa kurir mengantar barang.

Bila dikalkulasi dalam satu bulan, kamu berulang kali menggunakan jasa kurir atau berbelanja di online shop, maka tanpa disadari biaya yang dikeluarkan akan bertambah besar dan keuanganmu dipastikan berantakan.

Baca juga: 5 Mitos Seputar Melamar Pekerjaan 

4. Berlangganan banyak aplikasi streaming

Kini untuk menikmati aplikasi streaming, kamu harus berlangganan dengan membayar aplikasi agar dapat menonton film atau drama favorit.

Bila berlangganan 2-3 aplikasi sekaligus maka kamu akan menambah pengeluaran.

Biaya berlangganan yang ditawarkan cukup murah dan bisa membayar dengan kartu kredit, namun ini masalahnya, karena tidak terasa uang yang kamu bayarkan terpotong otomatis dengan junlah yang besar bila berlangganan banyak aplikasi.

Sayangnya, tidak semua aplikasi itu terpakai, padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

5. Belanja ke minimarket atau warung

Bila kamu tidak merencanakan pengeluaran bulanan atau pengeluaran harian dengan baik maka kamu akan lebih sering berbelanja di minimarket bila kehabisan barang.

Saat berbelanja pun bisa saja ada barang yang terbeli di luar kebutuhan. Pengeluaran ini terlihat kecil namun dapat menguras dompet bila sering dilakukan.

Seringkali minimarket menawarkan promo dengan harga lebih murah sehingga kamu tertarik untuk membeli dan melebihi pengeluaran yang seharusnya.

Selain itu, harga di minimarket atau warung biasa, lebih mahal dibanding ketika membeli secara grosir di awal bulan.

6. Belanja di online shop setiap ada promo

Bocor Halus keuangan

Setiap platform online shop selalu menawarkan promo yang menggiurkan setiap bulan.

Berbelanja pada saat promo membuat kamu tidak fokus merencanakan keuangan dan berbelanja sesuka hati.

Bila dihitung barang yang kamu beli pada saat promo biasanya tidak sesuai dengan kebutuhanmu.

Seringkali orang hanya lapar mata karena melihat harga murah namun tidak memikirkan fungsi barang setelah dibeli. Hal ini yang menyebabkan keuangan berantakan dan pengeluaran tidak sesuai rencana.

Baca juga: 10 Pekerjaan Sampingan Ibu Rumah Tangga di Rumah

7. Bawa kendaraan pribadi

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan kendaraan untuk bepergian merupakan hal yang dapat menguras biaya transportasi.

Padahal saat membawa kendaraan sendiri kamu harus menyiapkan uang bensin, uang parkir, dan dana darurat bila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ban bocor.

Bila dikalkulasi maka biaya operasional membawa kendaraan sendiri terbilang cukup besar dibanding kamu menggunakan transportasi umum.

Saat menggunakan transportasi umum seperti bus atau angkot, kamu tidak perlu memikirkan biaya parkir atau biaya operasional lainnya.

Namun kamu juga harus pintar memilih transportasi umum yang hemat budget dan terjangkau.

Menggunakan ojek online bisa kamu lakukan dalam keadaan terdesak atau terburu-buru. Sebab biaya menggunakan ojek online baik motor maupun mobil terbilang cukup besar.

Mengatur rencana keuangan itu penting agar finansialmu merdeka, Womanesia.

Kamu bisa memulainya dengan membuat daftar kebutuhan dari yang bersifat penting dan mendesak hingga kebutuhan yang bisa ditunda, begitu juga kebutuhan bulanan hingga kebutuhan sehari-hari agar tidak terjadi bocor halus dalam mengatur keuangan.

Ingat juga bahwa setiap kebutuhan harus tepat dialokasikan dan sesuai dengan besar budget yang kamu miliki.

Selamat mencoba, Womanesia!