Apakah Kamu Perempuan Bergaya Hidup Konsumtif? Kenali Ciri-Cirinya, yuk!

Gaya Hidup Konsumtif  Perempuan- Hi, Womanesia,

Apakah kamu termasuk perempuan yang hobi berbelanja barang yang kadang tidak penting?

Jika iya, sebaiknya kamu waspada karena kebiasaan seperti itu bisa mendatangkan gaya hedonisme yang akhirnya mengacu pada gaya hidup konsumtif.

Ciri-ciri Perempuan Gaya Hidupnya Konsumtif

Ciri perempuan yang hedon tidak hanya hobi belanja saja. Banyak ciri lainnya yang melekat kuat pada perempuan dengan sifat tersebut.

Dimana jika sifat tersebut dibiarkan akan mendatangkan banyak hal negatif. Perlu diketahui bahwa lingkungan sangat berperan dalam hadirnya sifat ini.

Agar tidak terjebak, sebagai perempuan ada baiknya kamu mengenali ciri-cirinya.

Nah, berikut gaya hidup konsumtif yang wajib diwaspadai.

1. Gengsi yang Tinggi

Perempuan konsumtif bisa berawal dari adanya rasa gengsi besar. Sifat ini yang acap kali jadi pemicu bagi perempuan untuk membeli sesuatu yang bahkan tidak penting untuk hidupnya.

Mereka ingin terlihat mampu di mata orang lain, utamanya yang berkaitan dengan finansial.

Tak jarang banyak yang berutang untuk memenuhi rasa gengsi ini. Ujungnya malah mendatangkan musibah yang justru merugikan.

Jika kamu termasuk perempuan yang memiliki sifat gengsi, sebaiknya melemparnya jauh-jauh karena mempunyai rasa ini justru akan membuat kamu bernafsu untuk memenuhi rasa gengsi tersebut.

Baca juga: Sariamin Ismail, Penulis Wanita Minang Penuh Inspirasi

2. Up to date Trend

Gaya hidup konsumtif

 

Up to date trend memang tidak selalu salah jika berkaitan dengan hal yang baik. Akan tetapi, jika ikut trend dilakukan tak terkontrol justru akan mendatangkan hal buruk.

Ciri perempuan yang konsumtif selalu dikaitkan dengan up to date trend yang ada. Mulai dari fashion, gadget dan trend lainnya.

Umumnya keinginan tersebut hadir manakala melihat sesuatu paling anyar yang keluar agar tidak dianggap kudet.

Sikap inilah yang dianggap salah, sebab itu kamu wajib membatasi segala keinginan yang belum tentu penting. Harus ada kontrol yang tepat agar tidak terjerumus pada hal yang negatif.

3. Suka Bergaya Hidup Mewah

Ciri lain yang sering nampak pada perempuan konsumtif adalah suka bergaya hidup mewah.

Keduanya berkaitan erat, karena yang mendorong seseorang hidup konsumtif adalah keinginan untuk hidup lebih mewah dengan beragam fasilitas dan barang agar mendapatkan pujian dari banyak orang.

Keinginan hidup sesuai standart orang lain sebenarnya juga bisa jadi pemicu seorang perempuan terjebak dalam kesulitan finansial.

Berutang hingga tak bisa membayar juga kerap terjadi karena keinginan konsumtif yang kadang tidak penting.

4. Gemar Dikagumi Orang

Ciri ini juga kerap melekat pada perempuan yang punya gaya hidup konsumtif.

Suka dipuji orang menjadikan perempuan merasa senang dan akhirnya ingin terus memenuhi gaya hidup konsumtif yang selalu meningkat.

Mendapat pujian akan gaya hidupnya, sejatinya justru membuat perempuan merasa tidak pernah cukup dengan apa yang dimilikinya. Sehingga kamu harus menjauhi ciri yang satu ini.

Baca juga: Trend Fashion Wanita Berhijab 2021 Simpel dan Modis

5.Bersosialisasi Hanya dengan Golongan Tertentu

Gaya hidup konsumtif perempuan

Perempuan yang cenderung konsumtif juga akan memilih dalam pergaulan.

Mereka hanya akan bergaul dengan lingkungan yang sama pula, karena bersosialisasi dengan lingkungan yang tidak memiliki gaya selaras, maka komunikasi yang dijalin tidak akan selaras.

6. Suka Belanja Barang Tidak Penting

 

Gaya konsumtif memang identik dengan hobi belanja. Namun, gaya konsumtif yang negatif adalah tidak dapat mengontrol keinginan untuk belanja hal yang tidak penting.

Perempuan dengan sifat seperti ini gemar belanja barang atau sesuatu yang sebenarnya tidak penting dan kurang dibutuhkan. Kadang hanya ingin memenuhi gengsi saja.

Apakah ciri-ciri di atas nampak pada kamu?

Alangkah baiknya jika mulai sekarang sebagai perempuan, Womanesia lebih bijak dalam membelanjakan sesuatu dan tidak sekadar mengikuti hawa nafsu, trend dan keinginan orang saja.

Womanesia yang paling berhak menentukan diri sendiri agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif.

Semangat, Womanesia. Kamu bisa!