Bersenang-senang Tanpa Rasa Bersalah dengan Adanya Sinking Fund

Hi, Womanesia,

Istilah sinking fund sepertinya masih berasa aneh didengar, ya. Kurang begitu populer juga di telinga masyarakat kebanyakan.

Yang pasti Sinking Fund adalah istilah dalam bidang keuangan. Lebih tepatnya pengelolaan keuangan.

Meskipun tidak setenar teman-temannya yang lain, seperti dana darurat, dana pensiun, dan lain-lain, sinking fund ini penting juga untuk diketahui dan dipraktekkan.

Sebenarnya sinking fund ini filosofinya hampir mirip dengan dana darurat (emergency fund).

Perencanaan keuangan yang matang akan memberikan kesiapan finansial yang baik serta siap menghadapi situasi apa pun.

Nah, Sinking fund ini adalah salah satu aspek yang tak boleh dilewatkan dalam proses perencanaan keuangan.

Baca juga: Kakeibo, Tips Kelola Keuangan Ala Orang Jepang

Tabungan Masa Depan di Luar Kebutuhan Pokok

Pengertian sederhananya, sinking fund adalah dana khusus yang disisihkan untuk keperluan di masa depan. Tapi, uang yang disisihkan ini ini bukan termasuk dana untuk tabungan atau dana darurat.

Sekilas memang hampir mirip dengan emergency fund, ya. Namun sejatinya beda. Peruntukannya pun beda.

Dengan terlebih dulu memisahkan uang untuk tabungan masa depan, kita pun tak perlu memakai dana darurat. Kondisi finansial pun relatif stabil, karena dana darurat hanya terpakai untuk keperluan mendesak.

Sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya, tabungan ini memang akan digunakan untuk kepentingan sekunder yang direncanakan.

Seperti pembayaran biaya sekolah, pergi berlibur, membeli mobil atau merenovasi rumah. Sehingga saat menghabiskan dana ini untuk kebutuhan yang sudah ditetapkan, kita tak akan terbebani dengan rasa bersalah karena memang ditujukan sebagai dana di luar kebutuhan pokok.

Beda Sinking Fund dan Emergency Fund

Membaca ilustrasi sebelumnya, sekilas terlihat mirip ya, antara sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sama-sama menyisihkan uang secara rutin untuk keperluan di masa depan. Namun, sebenarnya keduanya beda sama sekali.

Dana darurat hanya digunakan dalam keadaan darurat saja, seperti mereparasi mobil yang rusak parah atau ketika kita tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

Ini yang diambil adalah dana darurat karena benar-benar dalam kondisi mendesak alias darurat. Jadi fungsi dana darurat adalah penyelamat saat mengalami situasi yang kurang menguntungkan.

Dana darurat pun peruntukannya untuk sesuatu yang tidak pasti alias di luar dugaan.

Kalau  sinking fund, yaitu dana yang sengaja disisihkan dan bisa digunakan dalam situasi apa saja tapi sudah ditetapkan sejak awal. Misalnya untuk pergi berlibur, membeli hadiah, atau membeli kendaraan baru, dan semisalnya.

Intinya kebutuhan yang sifatnya untuk bersenang-senang, sehingga tidak ada rasa bersalah saat menghabiskan dana sinking fund ini.

Baca juga: Waspadai! 7 Bocor Halus yang Bikin Financial Planner Berantakan

Bersenang-Senang Tanpa Ada Rasa Bersalah

Setiap orang pasti punya banyak kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.

Ada orang yang punya banyak impian, seperti ingin bisa pergi-pergi ke berbagai tempat, ingin punya rumah atau kendaraan yang lebih layak lagi, dan lain sebagianya.

Nah, di sinilah letak pentingnya seseorang mempunyai dana khusus sinking fund.

Tentu saja jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Yang paling penting pula, dengan rutin menyisihkan tabungan khusus sinking fund, tujuan finansial untuk masa depan pun tidak terganggu alias aman. Serta tanpa merasa khawatir dan merasa bersalah karena menghabiskan sejumlah uang bukan untuk kebutuhan pokok.

Misalnya kita ingin punya barang branded, ya langung beli saja karena dananya sudah tersedia dan semuanya already under budget.

Selain contoh di atas, ada manfaat lain dari rutin menyisihkan dana untuk sinking fund, yaitu:

  1. Mencegah gangguan pada arus kas rutin sehingga kita tetap dapat merealisasikan kebutuhan sekunder. Pada dasarnya tujuan menyisihkan sinking fund ini memang bukan untuk memenuhi kebutuhan pokok tanpa mengganggu dana untuk kebutuhan utama. Seperti pergi liburan.
  2. Mencegah dari batal melakukan aktivitas yang sudah direncanakan, misal akhir tahun ingin traveling ke suatu tempat, persiapan uangnya sudah ada dan tinggal berangkat.
  3. Terhindar pula dari memiliki hutang hanya karena ingin berlibur atau ingin ganti mobil baru. Dananya sudah dikumpulkan jauh-jauh hari sehingga tak perlu lagi pinjam sana sini atau menanggung cicilan.
  4. Bisa mewujudkan impian-impian besar. Misal ingin membeli kendaraan secara tunai agar tidak menanggung cicilan setiap bulan karena uangnya sudah disiapkan sebelumnya.
  5. Sinking fund sangat berguna dalam membantu untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan sampingan yang tidak pernah masuk dalam anggaran bulanan. Pengelolaan keuangan lebih terencana dan kondisi keuangan akan relatif aman.
  6. Kebutuhan apa saja relatif lebih mudah terpenuhi karena tujuan dananya sudah direncanakan dan disisihkan secara rutin setia bulan.

Jangan Ditunda Lagi

Nah, setelah tahu dan paham tujuan dari sinking fund tidak ada alasan lagi untuk menunda punya tabungan khusus sinking fund.

Caranya pun mudah dan memang butuh kedisiplinan yang tinggi untuk mewujudkannya. Tak ada salahnya untuk segera dicoba.

Mungkin bisa dengan menetapkan tujuan yang ‘ringan’ dulu di awalnya. Kalau sudah terbiasa, coba lagi dengan menetapkan tujuan yang lebih besar. Selamat mencoba, Womanesia!