Ghosting dalam Hubungan Asmara dan Cara Bijak Menyikapinya agar Tidak Galau Berkepanjangan

Ghosting dalam hubungan asmara dan Cara Bijak Menyikapinya – Hi, Womanesia, jauh sebelum Kaesang Pangarep, Putra Bapak Presiden Joko Widodo, ‘dituduh’ melakukan ghosting, sebenarnya ghosting bukanlah sesuatu hal yang baru dalam hubungan asmara.

Hanya saja, karena pelakunya adalah orang terkenal, maka jagad media sosial ramai membicarakannya. Bahkan, istilah ini banyak dicari di mesin pencarian Indonesia dan menjadi viral.

Meski populer, kenyataannya tidak semua orang memahami dengan baik arti kata ghosting. Saat ini ghosting dikaitkan dengan hubungan asmara. Padahal, tidak terbatas sampai situ. Ghosting juga bisa terjadi pada hubungan pertemanan, lo.

Memahami Apa itu Ghosting

Pernahkah kamu menjalani masa penjajakan atau pendekatan dengan seseorang?

Namun, tiba-tiba dia menghilang tanpa sebab. Tidak ada pemberitahuan baik melalui telepon, pesan, media sosial, dan pembicaraan secara langsung.

Naifnya dia sama sekali tidak merespon semua pesan yang kamu kirimkan. Kamu tahu jika dia masih hidup, dia menghilang bukan karena sesuatu hal yang mendesak dan terkadang keberadaannya masih berada di sekitar, serta tidak jarang bisa melihatnya secara langsung.

Dia hanya mengakhiri hubungan tanpa penjelasan dan alasan yang jelas. Kurang lebih beginilah gambaran ghosting.

Baca juga: 7 Fase dalam Pernikahan, Kamu ada di Fase Berapa? 

Alasan Seseorang Melakukan Ghosting dalam Hubungan Asmara

Apa itu ghosting

Kamu pernah menjadi korban ghosting? Atau mungkin kamu pernah melakukannya terhadap seseorang?

Ghosting dianggap sebagai strategi untuk mengakhiri hubungan dengan memutus akses komunikasi tanpa ada penjelasan dan secara tiba-tiba.

Keyword-nya adalah ‘tanpa penjelasan dan secara tiba-tiba’. Pelakunya merasa tidak ingin melanjutkan hubungan dan memilih menghilang tanpa perlu berbicara baik-baik untuk mengemukakan penyebabnya.

Pertanyaanya, mengapa seseorang ‘tega’ melakukan ghosting dalam hubungan asmara. Padahal, bisa saja pasangannya sudah menaruh harapan dan berharap sesuatu yang lebih.

Berikut ini rangkuman 5 alasan teratas alasan seseorang melakukan ghosting dalam hubungan asmara. Womanesia wajib tahu, ya!

1. Menganggap Hubungan yang Dijalani Tidak Serius

Perhatian yang diberikan selama ini mungkin dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa layaknya seorang teman, wajar, dan dapat dilakukan kepada semua orang. Termasuk tidak pernah membicarakan perihal komitmen.

Bisa saja kedekatan yang dijalani selama ini hanya sekadar pelarian atau just for fun, maka ghosting adalah keputusan terbaik untuk menghindari drama.

2. Kenyamanan

Sama dengan ketika memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan, kenyamanan bisa menjadi salah satu alasan ghosting. Bedanya, tidak diungkapkan secara gentle.

Salah satu pihak merasa sudah tidak nyaman, misal karena sudah mengetahui watak serta sifat asli sehingga tidak dapat menerimanya. Akhirnya memutuskan untuk melarikan diri alias ghosting.

3. Salah Satu Pihak yang Terlalu Berharap

Bisa jadi hubungan yang dijalani selama ini hanya hubungan biasa saja, nothing special.

Namun, ketika salah satu pihak memang mempunyai hati dan merasa mendapat perhatian, serta komunikasi yang terjalin lebih intens, maka merasa seperti mendapat angin segar dan harapan. Bisa dibilang salah satu pihak terlalu berharap dan menaruh ekspetasi terlalu tinggi.

Baca juga: 6 Tips Jago Public Speaking yang Baik untuk Introvert, Sudah Pernah Coba?

4. Bertemu Seseorang yang Lebih Baik dan Menarik

Hati manusia bisa berubah dan kadang gampang tergoda. Ketika menemukan seseorang yang dirasa lebih baik dan menarik, akhirnya meninggalkan yang lama begitu saja. Apalagi hubungan tersebut belum dilandasi dengan komitmen yang pasti.

5. Belum Siap Komitmen

Bagi sebagian orang, komitmen dalam hubungan percintaan bukan perkara yang mudah. Terlebih jika memiliki trauma masa lalu, seperti patah hati.

Jadi, ketika seseorang yang didekati menaruh harapan lebih, dia memilih untuk mundur secara diam-diam dan tanpa memberi penjelasan.

Bisa juga masih menginginkan kebebasan. Akhirnya memilih untuk mundur diam-diam dengan harapan tidak menyakiti hati si korban.

Well, apapun alasan seseorang melakukan ghosting pasti akan menyakiti salah satu pihak. Dia yang selama ini menjadi teman komunikasi yang cukup intens hingga terjalin hubungan yang nyaman tiba-tiba menghilang.

5 Cara Bijak Menyikapi Ghosting Agar Tidak Galau Berkepanjangan

Tips mengatasi Ghosting dalam hubungan

Ghosting akan memberi dampak secara psikologis, mulai dari sakit hati, sedih, kecewa, marah, dendam, stres, frustasi, hingga depresi.

Tidak jarang, ghosting juga dapat menimbulkan trauma atau sulit memercayai seseorang lagi.

Kendati demikian, bukan berarti larut dalam keterpurukan dan harus segera move on. Jangan sampai setelah jatuh malah tertimpa tangga, setelah kehilangan seseorang lalu menyakiti diri.

Berikut ini 5 cara bijak menyikapinya agar tidak galau berkepanjangan.

1. Hindari Curhat di Media Sosial

Kamu boleh meluapkan kesedihan dan rasa sakit hati yang dirasakan karena memang sudah menjadi kodratnya manusia. Tapi, bukan berarti meluapkannya di media sosial.

Anggap saja begini, tidak semua orang menyukai cerita sedih yang kamu bagikan, bahkan ada yang beranggapan kamu mencari perhatian dan terlalu berharap lebih pada seseorang. Orang yang melakukan ghosting juga tidak akan kembali dengan curhatan tersebut.

2. Lupakan dengan Melakukan Hal Positif yang Membuat Bahagia

Cerita patah hati sebagai korban ghosting bisa kamu tuangkan dalam sebuah tulisan dan cerita, lo.

Ini bisa jadi hal positif yang menghasilkan cuan dan lebih elegan. Atau kamu juga bisa menyibukan diri dengan olahraga, bekerja, bergabung disuatu komunitas, travelling, shopping, wisata kuliner, hingga melakukan kegiatan amal seperti berbagi.

Hidup tidak melulu soal patah hati. Buat diri sibuk sehingga mampu mengalihkan perhatian dari seseorang yang pergi dari hidupmu tanpa permisi.

Baca juga: Cara Perempuan Milenial Hadapi Single Shaming dengan Elegan

3. Jangan Pernah Menyalahkan Diri Sendiri

Saat seseorang pergi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan, bisa jadi kamu merasa ada sesuatu yang salah dengan dirimu, baik itu  tindakan atau ucapan.

Hal ini membuat kamu tanpa sadar menyalahkan diri sendiri. Padahal, belum tentu kepergiannya karena kesalahanmu. Dirimu terlalu berharga untuk disalahkan untuk sesuatu hal yang tidak pasti.

4. Cari yang baru

Kata orang, salah satu obat mujarab patah hati adalah mencari seseorang  untuk mengisi ruang hati yang hampa. Dengan begitu, rasa sakit hati dan kecewa akan terhapuskan.

Hanya saja, luruskan kembali niat, bukan hanya sebagai pelarian belaka. Buka kembali hati dengan niat yang lebih baik diiringi dengan memperbaiki kualitas diri. Kamu juga tidak perlu mencari seseorang yang sama seperti yang dulu atau membandingkannya. Seseorang yang lebih baik sedang menunggumu.

5. Make over

Buat dia menyesal telah pergi meninggalkanmu dengan mengubah penampilan atau make over. Make over bisa menjadi salah satu bentuk mencintai diri sendiri (self love).

Kamu bisa mengubah gaya rambut, melakukan perawatan wajah dan memanjakan diri di salon.

Tentu saja ini juga bisa membangkitkan suasana hati yang sedang bersedih sehingga kami lebih mudah move on.

Menjadi korban ghosting memang menyakitkan. Namun, apapun yang terjadi dimasa lalu bukanlah sesuatu hal yang harus diratapi.

Anggap saja itu semua pelajaran berharga dan pengalaman hidup yang memang sudah Tuhan gariskan.

Life must go on, terima kenyataan dan melengganglah dengan mengangkat dagu karena ghosting bukan akhir dari segalanya. Yakinlah jika di depan mata masih ada seseorang yang lebih baik dan masa depan cerah yang menyambut.

Tetap semangat, Womanesia!