Apabila Bayi Terkena Ruam Popok, Ikuti Panduan Ini

Cara Mengatasi Ruam Popok – Ada beberapa cara mengatasi ruam popok yang bisa diterapkan di rumah, seperti dengan menerapkan kebiasaan baru dan menggunakan produk atau bahan tertentu.

Namun, jika tidak berhati-hati, bisa membuat kondisi kulit buah hati kian memburuk. Simak tips di bawah ini agar Bunda dapat mengatasi kondisi kulit bayi yang terkena ruam popok.

Cara Mengatasi Ruam Popok

1. Ganti Popok Sesering Mungkin

Tahukah Bunda jika salah satu penyebab munculnya ruam adalah akibat kontak antara kulit bayi dengan kotoran dan urine yang ada di dalam popok?

Yup, feses dan urin dapat mengiritasi kulitnya yang masih sensitif. Oleh karena itu, popok bayi harus diganti sesering mungkin. Bunda bisa mengecek popok bayi setiap 2-3 jam sekali.

Sedangkan, jika Bunda menggunakan jenis popok kain, maka lebih baik untuk mengecek dan mengganti popok setiap 90 menit. Jika bayi sedang mengalami diare, maka penggantian popok harus dilakukan sesering mungkin. Jika bayi sudah mulai terkena ruam popok, popok dalam kondisi sedikit basah sekalipun sudah harus diganti.

Baca juga: Benarkah Ketombe Penyebab Rambut Rontok? 

2. Hindari Produk Pemicu Iritasi

Ruam popok juga bisa terjadi akibat reaksi alergi karena kulit bayi masih sensitif. Sehingga, adanya kontak kulit bayi dengan beberapa zat kimia bisa mengiritasi kulitnya dan mengakibatkan munculnya ruam.

Oleh karena itu, Bunda harus lebih hati-hati dalam memilih produk peralatan bayi. Misalnya, jika buah hati kita mengalami iritasi akibat zat pemutih yang ada pada popok sekali pakai, gunakan jenis popok kain.

Saat memilih deterjen untuk mencuci popok kain, Bunda harus selektif. Pilihlah deterjen yang memang hypoallergenic dan kandungannya aman untuk kulit bayi.

Jangan memakai pelembut yang mengandung parfum atau pewangi. Saat memilih baby wipes untuk membersihkan area popok bayi, gunakan produk yang tidak mengandung alkohol dan pewangi.

Sebagai catatan tambahan, beberapa produk losion dan essential oil bisa membuat ruam popok memburuk.

Yup, meskipun essential oil adalah minyak natural, namun kadar zatnya yang tinggi dapat mengiritasi kulit buah hati. Pengobatan dengan menggunakan talc powder juga sangat tidak disarankan.

Sebaiknya, Bunda menggunakan salep popok bayi yang mengandung vitamin B5 seperti Bepanthen, yang terbukti dapat merawat kulit bayi dan menjaga skin barrier agar tidak rusak.

Baca juga: Manfaat Squat Trusth untuk Kesehatan 

3. Jaga Area Popok Bayi Tetap Bersih dan Kering

Agar ruam popok bayi cepat sembuh, Bunda harus menjaga agar bagian kulitnya tetap kering dan bersih. Usahakan saat sedang mengganti popok, bersihkan area popok, mulai dari pantat, lipatan-lipatan, selangkangan, hingga paha bayi dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya.

Jangan lupa untuk menggunakan kain atau handuk pembersih yang lembut ataupun baby wipes yang tidak mengandung alkohol maupun pewangi.

Ketika sedang membersihkan bagian popok, hindari menggosok kulit bayi, karena hal tersebut bisa memicu ruam bertambah parah. Cukup tepuk-tepuk dengan lembut saja secara perlahan, lalu biarkan hingga area tersebut benar-benar kering.

Atau, bisa juga diistirahatkan sebentar dari pemakaian popok selama beberapa saat sebelum kembali memakaikan popok yang baru.

Untuk jenis ruam yang lebih parah, Bunda bisa menyemprotkan air dari botol untuk membersihkan area pantat bayi. Jangan lupa, aplikasikan salep Bepanthen sebelum Bunda memakaikan popok yang baru.

Demikian cara mengatasi ruam popok pada bayi yang bisa Bunda terapkan sendiri di rumah.

Berikan buah hati perawatan yang lembut dengan salep popok bayi seperti Bepanthen dan jangan lupa untuk menghubungi dokter apabila ruam berubah semakin parah meskipun telah melakukan perawatan. Semoga informasi ini bermanfaat.