Yuk, Kenali Perbedaan Macam – Macam Bunga Pinjaman Bank 

Saat ingin mengajukan kredit bank, Anda tidak hanya perlu mengetahui tentang besaran suku bunga bank. Anda juga harus memastikan, dengan cara apa suku bunga tersebut akan dihitung. Apakah dihitung secara flat, efektif, atau anuitas.

Pada dasarnya, kebanyakan masyarakat di tanah air yang hendak mengambil pinjaman bank belum memahami betul tentang perbedaan bunga pinjaman bank efektif, flat dan anuitas. Banyak yang menganggap jika semua suku bunga di bank memiliki perhitungan yang sama saja. Padahal, perhitungan bunga flat, efektif dan anuitas sangatlah jauh berbeda.

Bunga Pinjaman Bank Flat

Bunga flat juga sering disebut sebagai bunga tetap. Bunga flat ini sendiri memiliki penghitungan suku bunga dengan besaran yang mengacu pada pokok utang awal.

Pada umumnya, bunga flat juga sering digunakan pada jenis pinjaman jangka pendek Kredit Tanpa Agunan serta Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor.

Mekanisme penghitungan bunga flat ini akan dihitung dari jumlah awal pokok pinjaman. Setelah itu akan dibagi secara proporsional atau berdasarkan jumlah tenor kredit yang digunakan bank.

Dibandingkan penghitungan bunga efektif, proses penghitungan bunga pinjaman bank flat memang lebih mudah dan tidak rumit.

Oleh sebab itu, banyak nasabah memilih bunga flat karena mereka lebih mudah menghitung besarnya cicilan yang harus dibayarkan hingga masa akhir cicilan.

Mekanisme penghitungan bunga flat ini juga memudahkan para nasabah untuk menyiapkan jumlah uang yang harus mereka setor setiap bulannya kepada bank.

Namun, Anda juga harus tahu bahwa semakin lama tenor pinjaman yang diambil, maka akan semakin besar pula jumlah nominal uang yang digunakan untuk membayar cicilan kredit bank.

Selain memiliki keunggulan dalam proses penghitungan kredit yang lebih sederhana, bunga flat juga memiliki kekurangan dari segi beban bunga pinjaman bank yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika Anda mengajukan simulasi kredit senilai 120 juta Rupiah dengan bunga sebesar 10 persen setiap tahunnya, maka adapun total angsuran yang harus Anda bayar setiap bulannya adalah sebanyak 11 juta Rupiah.

Sehingga, jika ditotalkan secara keseluruhan, Anda akan membayar cicilan kredit tersebut sebesar 132 juta Rupiah hingga lunas.

Bunga Pinjaman Bank Efektif

Berbeda dengan bunga flat yang memiliki penghitungan suku bunga yang mengacu pada pokok utang awal, bunga efektif lebih mengarah kepada sisa utang milik debitur. Sehingga, jumlah nominal uang yang disetorkan setiap bulannya akan berbeda.

Meskipun demikian, jumlah besaran angsuran yang harus dibayar tetaplah sama. Kemudian, nilai bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah setiap bulannya juga akan semakin menurun dari waktu ke waktu karena mekanisme penghitungannya disesuaikan dengan sisa utang debitur.

Banyak nasabah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah dengan menggunakan sistem bunga flat. Proses penghitungan nilai bunga pinjaman bank efektif juga dianggap lebih fair jika dibandingkan bunga flat. Hal ini dapat dilihat dari seiring berkurangnya utang pokok yang akan membuat nilai cicilan juga semakin berkurang setiap bulannya.

Karena nilai angsuran pinjaman dihitung sesuai dengan sisa jumlah total pinjaman, maka beban bunga yang akan dibayarkan juga akan semakin mengecil. Jika Anda mengajukan kredit sebesar 120 juta rupiah dengan bunga 10% setiap tahunnya selama 12 bulan, maka secara keseluruhan jumlah pinjaman dan bunga yang harus Anda bayar adalah sebesar 126,5 juta rupiah.

Tentu nilai simulasi kredit bunga efektif tersebut jauh lebih rendah dari bunga flat. Menggunakan penghitungan bunga efektif akan membuat jumlah cicilan semakin menurun setiap bulannya. Dari 11 juta per bulan menjadi 10,9 juta di bulan berikutnya. Meskipun demikian, kekurangan bunga efektif terletak pada nilai angsuran yang terus berubah setiap bulannya.

Bunga Pinjaman Bank Anuitas

 

www.pexels.com

 

Selain bunga efektif dan flat, terdapat pula penghitungan bunga anuitas. Bisa dibilang, mekanisme penghitungan bunga anuitas merupakan hasil modifikasi dari penghitungan bunga efektif. Proses penghitungan anuitas juga dianggap memudahkan proses pembayaran cicilan para nasabah karena mereka hanya perlu mencicil dengan nominal yang sama setiap bulannya.

Proses pembayaran cicilan dengan jumlah uang yang tetap ini dipengaruhi oleh komposisi bunga dan pokok angsuran yang akan berubah di setiap periodenya. Nilai cicilan bunga setiap bulannya akan menurun, sedangkan cicilan pokok setiap bulannya akan membesar.

Bunga anuitas umumnya juga digunakan pada proses penghitungan kredit jangka panjang berupa kredit usaha maupun Kredit Pemilikan Rumah. Sama halnya dengan bunga flat dan efektif, bunga pinjaman bank anuitas juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Keunggulan penghitungan bunga anuitas ini sendiri ialah karena memiliki angsuran setiap bulan yang tetap serta proses penghitungan bunga yang fair. Adapun kekurangannya terletak pada mekanisme penghitungan yang rumit sehingga terkadang memerlukan jenis software khusus.

Manfaatkan Pinjaman Bank Bunga Rendah Dari DBS KTA

Jika dalam waktu dekat ini Anda berencana untuk mengajukan kredit pinjaman bank, maka cobalah mengajukannya lewat DBS KTA.

Selain proses pengajuan kredit yang mudah, Anda juga bisa menikmati beberapa manfaat lainnya bersama DBS KTA:

Modal Pinjaman Hingga 300 Juta

Jika Anda membutuhkan pinjaman untuk membangun usaha dalam jumlah besar dan dengan pinjaman bank bunga rendah maka silahkan mengajukannya melalui DBS KTA.

Memiliki Bunga Flat Mulai Dari 0,88% Per Bulan

DBS KTA juga menyediakan bunga flat mulai 0,88% setiap bulannya. Bunga ini tentu akan lebih meringankan para debitur dalam membayar kredit.

Tersedia Cicilan Hingga 36 Bulan

Tak hanya menghadirkan pinjaman bank bunga rendah. Anda juga bisa melakukan cicilan selama 36 bulan lewat DBS KTA. Menarik, bukan?

Berbagai kemudahan dan manfaat dalam pengajuan bunga pinjaman bank bisa Anda temukan di Bank DBS Indonesia. Segera ajukan kredit Anda sekarang juga bersama DBS KTA.