Cara Merawat Mesin Cuci Top Loading agar Awet

Tanpa mesin cuci, pekerjaan rumah tangga ini terasa berat. Apalagi bagi keluarga yang mempunyai anggota banyak atau ada anak kecil yang harus sering ganti pakaian.

Begitu barang elektronik ini rusak, pekerjaan lain bisa ikut berantakan.

Bagi yang menggunakan mesin cuci top loading, cara merawat berikut ini dapat membuatnya menjadi lebih awet.

Karena fungsinya membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian sekaligus mengeringkannya, bagian dalam mesin cuci mudah sekali kotor.

Sumbatan yang menempel pada setiap elemen bisa menyebabkan alat tidak berfungsi. Perawatan yang salah menyebabkan mesin mudah rusak dan tidak dapat berfungsi kembali.

Cara Merawat Mesin Cuci Top Loading

Seperti peralatan elektronik lainnya, perawatan yang salah justru membuat mesin cuci tidak dapat berfungsi.

Jika demikian, Anda perlu membawanya ke tempat service dan kadang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Perawatan secara berkala akan membuat semua komponen bisa bekerja maksimal sehingga mampu membersihkan pakaian dan bekerja dengan baik.

Siapa saja bisa merawat mesin cuci miliknya hanya dengan melakukan dan mempertimbangankan beberapa poin berikut.

Kini, Anda tidak perlu khawatir cucian menumpuk karena peralatan elektronik yang biasa membantu untuk membereskan rusak.

1. Pilih tempat meletakkan mesin cuci yang tepat

Mesin satu ini memang rentan terhadap basah. Air yang mengenai bagian tidak seharusnya bisa menyebabkan kerusakan.

Sebaiknya tidak langsung meletakkan mesin cuci di lantai kamar mandi.

Cipratan atau genangan air yang mengenai bagian bawah bisa menyebabkan bodi keropos. Apalagi jika terkena bagian mesin, bisa mengalami konslet dan mati.

Anda dapat memberi alas untuk menghindari bagian bawah mesin cuci terkena air.

Pastikan posisi mesin dalam keadaan aman dan tidak mudah terjatuh. Jika terjatuh, bukan hanya menyebabkan bodi rusak, namun bagian mesin pun dapat mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi kembali.

2. Jaga kebersihan bagian dalam dan luar

Penggunaan mesin cuci berkali-kali untuk mencuci pakaian dapat meninggalkan residu yang mengganggu kinerja tabung.

Membersihkan secara berkala bisa membuatnya menjadi lebih awet. Cukup dengan menekan tombol cleaning tanpa memasukkan pakaian kotor di dalamnya, tabung akan bersih kembali.

Sedangkan untuk bagian bodi dan tutup, bisa dibersihkan dengan mengelapnya menggunakan kain yang lembab.

Pastikan kain terbuat dari bahan lembut sehingga tidak meninggalkan goresan, baik pada bodi maupun kaca penutup.

3. Gunakan deterjen yang sesuai

Fungsi deterjen adalah untuk membantu melepaskan kotoran yang menempel pada pakaian.

Produsen menciptakannya dengan berbagai bahan agar bisa bekerja efektif dan aman.

Untuk mesin cuci, pilihlah jenis deterjen tertentu yang tidak menyebabkan bagian dalam elemen juga rusak. Perhatikan juga apakah deterjen tersebut cepat larut atau tidak.

Deterjen yang tidak mudah larut seringkali meninggalkan noda putih pada pakaian meski sudah melalui tahap pembilasan dalam mesin cuci.

Sebaiknya pilih deterjen cair yang mudah menyatu dengan air dalam tabung dan mempercepat proses pembersihan kotoran yang menempel pada pakaian.

4. Rutin cek semua komponen

Bukan hanya bodi dan tabung, komponen lain dalam mesin cuci juga perlu mendapat perhatian. Cek selang untuk masuknya air.

Pastikan tidak ada bahan yang menyumbatnya sehingga ketika mesin bekerja, air mengalir sesuai kebutuhan. Begitu juga dengan selang pembuangan, pastikan tidak ada kotoran yang menempel dan membuatnya tersumbat.

Anda juga perlu memastikan bahwa bagian tombol mesin cuci bekerja dengan baik. Jika tidak sengaja tersiram air, segera keringkan dengan menggunakan lap.

Apabila bagian ini basah atau lembab, bisa menyebabkan lengket dan tidak berfungsi.

Dengan merawat mesin cuci top loading secara rutin, bisa membuatnya tetap bekerja secara maksimal. Anda tidak perlu repot dengan urusan cucian.

Cukup masukkan pakaian dan menambahkan dengan deterjen. Selanjutnya tekan tombol, maka pakaian kotor akan menjadi bersih kembali.