Mengenal Kondisi Speech Delay pada Anak dan Solusi Mengatasinya

Di setiap tahap usianya, anak akan mengalami perkembangan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah mulai belajar bicara dimulai dari usia 6 hingga 9 bulan.

Memasuki usia 12 bulan, anak pun akan semakin terampil untuk mengucapkan satu atau dua kata. Namun, kondisi ini tidak berlaku pada anak dengan speech delay. Mari kenali lebih jauh tentang kondisi tersebut!

Definisi Speech Delay dan Penyebabnya

Speech delay merupakan kondisi dimana anak mengalami gangguan komunikasi sehingga perkembangan kemampuan bicaranya tidak seperti anak-anak yang lain.

Keterlambatan bicara ini menjadi salah satu kondisi yang harus diwaspadai oleh orang tua dan diketahui apa penyebabnya. Berikut adalah beberapa penyebab keterlambatan bicara pada anak:

1. Masalah pada Mulut

Gangguan bicara ini bisa terjadi karena ada masalah pada rongga mulut anak. Biasanya kondisi ini disebut sebagai ankyloglossia atau kondisi dimana ada kelainan pada lidah sehingga lidah tidak bebas bergerak.Akhirnya, anak kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

2. Gangguan Pendengaran

Keterlambatan bicara juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan pendengaran. Jika anak tidak bisa mendengar dengan baik maka ia juga cenderung akan punya masalah dalam berbicara.

3. Autism Spectrum Disorder

Penyebab lain dari kondisi keterlambatan bicara adalah autism spectrum disorder.

Anak dengan autisme biasanya akan mengucapkan frasa berulang-ulang. Perilaku yang ditunjukkan juga berulang dan terjadi gangguan komunikasi baik verbal maupun nonverbal.

4. Masalah Psikologis

Anak dengan kondisi keterlambatan bicara bisa saja menderita masalah psikologis. Tekanan secara mental bisa menyebabkan anak mengalami gangguan dalam berbicara.

Jika hal ini yang terjadi maka bantuan dari psikolog bisa jadi solusi tepat.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menyatakan bahwa anak mengalami speech delay?

Umumnya kondisi ini akan terdeteksi ketika anak sudah menginjak usia 1 tahun. Menurut para ahli, anak yang berusia 1 tahun biasanya sudah memiliki paling tidak 1 sampai 20 kosakata.

Ciri-Ciri Speech Delay

Agar bisa mengetahui apakah anak menderita keterlambatan bicara atau tidak maka orang tua harus paham apa saja ciri-ciri yang ditunjukkan.

Anak dengan kondisi ini biasanya akan menunjukkan ciri-ciri khusus. Berikut adalah ciri-ciri yang mengarah pada kondisi speech delay:

  • Tidak mengoceh setelah usia masuk 15 bulan.
  • Tidak berbicara saat usianya masuk 1 tahun.
  • Tidak bisa mengucapkan kalimat pendek saat usianya masuk 3 tahun.
  • Anak kesulitan mengikuti petunjuk dari orang tua.
  • Anak punya artikulasi atau pengucapan yang buruk.
  • Sulit menyatukan kata menjadi sebuah kalimat.

Jenis-Jenis Speech Delay

Ternyata kondisi keterlambatan bicara ini terbagi menjadi beberapa jenis. Selain paham ciri-ciri dan penyebab dari speech delay, maka orang tua juga harus memahami apa saja jenisnya.

Berikut adalah jenis-jenis keterlambatan bicara yang perlu diketahui:

Reseptif, terjadi saat anak merasa kesulitan untuk memahami sebuah bahasa.

Ekspresif, terjadi ketika anak mengalami kesulitan ketika harus melakukan komunikasi secara verbal.

Kombinasi, keterlambatan bicara pada anak yang menggabungkan jenis reseptif dan ekspresif.

Stimulasi yang Bisa Dilakukan

Anak yang menderita keterlambatan bicara butuh bantuan dari orang tuanya. Jika dibiarkan saja tentu kemampuan anak dalam bicara tidak akan berkembang dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa stimulasi yang bisa dilakukan agar anak dapat mengembangkan kemampuanya dalam berbicara:

1. Ajak Anak Mengobrol

Orang tua harus aktif mengajak anak mengobrol agar anak terbiasa mendengar kata.

Biasanya anak mengalami keterlambatan bicara karena tidak ada cukup rangsangan dari lingkungannya. Ajak anak mengobrol dengan kalimat sederhana dan lakukan sesering mungkin setiap hari.

2. Bacakan Cerita

Membaca buku cerita juga bisa jadi salah satu stimulus bagi anak. Luangkan waktu untuk membacakan cerita dan gunakan juga media gambar untuk menarik perhatian anak.

Kegiatan ini bisa memperkaya kosakata anak dan meningkatkan daya imajinasinya.

3. Batasi Penggunaan Gadget

Screen time pada anak mungkin memang dibutuhkan. Namun orang tua harus membatasi screen time agar anak lebih mudah berinteraksi dengan lingkungannya. Arahkan anak untuk bermain bersama atau melakukan kegiatan lain di luar gadget.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda speech delay setelah menginjak usia 12 bulan, maka segera konsultasikan kepada dokter.

Biasanya di tahap usia ini dokter akan menyarankan orang tua untuk melakukan stimulasi sendiri. Memasuki tahap usia 2 tahun, jika anak belum menunjukkan kemampuan bicara yang lancar maka terapi profesional bisa dilakukan.